FILOSOFI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA










 KONEKSI ANTAR MATERI

               Berbicara tentang pendidikan, terlintas dalam benak kita Sang Tokoh Pendidikan yang melegenda, Ki Hadjar Dewantara dengan Semboyannya yang terkenal Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Bahkan masih banyak lagi ilmu pendidikan tentang pembelajaran pada anak. Dalam modul 1.1 ini mengupas tentang pendidikan meski masih mengupas bagian kulit luarnya, tetapi sudah memberikan dampak yang berarti bagi saya. Beberapa pertanyaan yang perlu saya jawab sebagai pengalaman saya selama mempelajari modul 1.1 ini adalah : 

        Yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1 

  1. Saya menganggap bahwa murid itu ibarat seperti kertas kosong, dan saya berhak menentukan akan seperti apa mereka nantinya tanpa memperhatikan karakter dan potensi yang mereka miliki masing-masing. 
  2. Ketika saya menerapkan suatu metode pembelajaran, saya mengambil kesimpulan bahwa ketika banyak murid yang mendapatkan nilai yang bagus, maka saya anggap pembelajaran itu berhasil tanpa saya perhatikan mereka suka atau tidak dengan metode pembelajaran yang saya terapkan.
  3. Saya banyak menuntut mereka menyelesaikan suatu hal, karena saya fikir tuntutan yang saya berikan kepada mereka itu adalah sebuah pembelajaran bagi mereka untuk belajar bertanggung jawab. Tanpa saya sadari mereka suka  atau terpaksa.
    Ada yang harus berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini
  1. Murid itu bukan kertas kosong yang bebas saya coret sesuai keinginan saya. Tetapi murid itu memiliki kodratnya sejak lahir sesuai dengan bawaan potensi dan karakter mereka masing-masing.
  2. Konsep MERDEKA BELAJAR yang menyenangkan sangat di butuhkan oleh para murid sehingga mereka bebas berinovasi, berkarya, dan berkolaborasi untuk menumbuh kembangkan potensi mereka masing-masing.
  3. Peran seorang guru adalah menuntun, bukan menuntut tetapi menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif sehingga menyenangkan bagi murid. Guru juga harus menerapkan Semboyan Ki Hadjar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Selain itu guru juga harus bekerja dengan ikhlas, menuntun dengan sabar dengan sistem among. Semua itu diterapkan  untuk mewujudkan MERDEKA BELAJAR dalam membentuk PROFIL PELAJAR PANCASILA.
Kegiatan di dalam kelas yang harus segera saya terapkan agar mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara
  1. Selalu menerapkan semboyan Ki Hadjar Dewantara, 
    • Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, yang memberi makna ketika seorang guru berada di depan, bisa menjadi contoh teladan, ketika guru berada di tengah, bisa menjadi pemberi semangat dan ketika seorang guru berada di belakang, ia mampu memberikan dorongan.
  2. Selain itu saya juga menerapkan konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yaitu
    • Salam dan Bahagia
      • Mengajarkan untuk menerapkan budaya 5S yaitu, senyum, salam, sapa, sopan dan santun 
    • Menuntun
      • Menuntun anak agar ia dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing, mampu berkreasi dalam karyanya namun tetap memegang teguh dan menjaga budi pekertinya. Dengan kata lain, seorang guru menuntun anak dengan mengajarkan budi pekerti. Sehingga kelak apapun hasil karya anak, seperti apapun tumbuh kembang anak, namun ia tetaplah anak yang hebat dan berbudi pekerti.
    • Menanam
      • Anak ibarat sebuah benih tanaman, seperti apapun dan dari manapun asal benihnya, ia kelak akan menjadi tanaman yang unggul. Tugas seorang guru ibarat petani yang berusaha dengan sabar menjaga, memelihara, dan membasmi hama yang mengganggu tanamannya, memberinya pupuk agar tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik sesuai kodratnya. Sehingga tanaman tersebut dapat menjadi tanaman yang berkualitas dan unggul.
    • Bermain
      • Konsep bermain dalam pendidikan itu sangat penting. Manfaat yang diberikan juga sangat baik bagi anak. Tujuannya agar anak bisa mengatasi kebosanan atau kejenuhannya dalam belajar. Dengan belajar sambil bermain, anak tidak akan merasa monoton dalam menghadapi pembelajaran. Sehingga dengan memasukkan konsep bermain akan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, anak-anak akan berkreasi atau mungkin bisa menemukan inspirasi dalam proses belajar sambil bermain itu. Sehingga terwujudnya MERDEKA BELAJAR. 
         Tetapi MERDEKA BELAJAR di sini bukan bebas merdeka dan bebas segalanya. Tetapi MERDEKA BELAJAR di sini memberi makna meskipun anak-anak itu bebas belajar menentukan.pilihan mereka masing-masing sesuai dengan potensi yang mereka miliki, tetapi kebebasan mereka tetap didasari dengan penanaman BUDI PEKERTI. Dalam arti kata KEMERDEKAAN yang BERMORAL atau KEMERDEKAAN yang  BERBUDI PEKERTI. Sehingga mereka memiliki pribadi yang berkarakter dan terbentuklah PROFIL PELAJAR PANCASILA.
                Untuk menyukseskan itu semua, ada TRISENTRA  dari Ki Hadjar Dewantara yang merupakan pendukung yang tidak harus dilupakan, yaitu Keluarga, Sekolah, dan Lingkungan masyarakat. Seperti yang telah dikatakan oleh Ki Priyo dalam Elaborasi Pemahaman melalui Vicon pada hari Jumat, 29 Oktober 2021, pukul 13.30 wib sampai 15.30 wib. Beliau mengatakan bahwa keluarga memiliki peranan penting dalam pendidikan awal, Sebelum ia mngenal beragam pendidikan lain di luar lingkungan keluarga. Karena lingkungan keluarga berperan dalam membentuk dan mengembangkan karakter dan kepribadian anak. Setelah lingkungan keluarga, anak mulai diperkenalkan pada lingkungan sekolah, anak mulai diajarkan mandiri meskipun tetap harus dituntun agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan berkualitas sesuai kodratnya. Setelah anak mengenal lingkungan keluarga dan sekolah, maka ia pun akan berkenalan dengan lingkungan masyarakat. Menurut Ki Priyo, ia mengatakan maksud Ki Hadjar Dewantara bahwa dalam lingkungan masyarakat anak akan mengenal istilah SARISWORO, yang memiliki makna dengan lingkungan sosial budaya, akan membentuk karakter anak. 
                        Jadi kesimpulannya adalah dengan menjalankan pendidikan yang berpedoman pada pendidikan Ki Hadjar Dewantara, maka akan terwujudlah MERDEKA BELAJAR DAN TERbentuklah PROFIL PELAJAR PANCASILA


https://youtu.be/_ktpp9V27vE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRAPESIUM USIA - MODEL 5M